Title : Lampion's Love In New Year Night
Author : BlankD104
Cast : - Park Jimin
- Kim Taehyung
Genre : Romance (maybe)
Rate : T
Warning : typo(s) bertebaran seperti
ranjau
Jimin tersenyum menatap kalender yang
berada di meja nakasnya , hari ini adalah hari yang berlingkaran merah di
kalender bergambar kucing kecil itu.
"Hari ini taetae ulang tahun ? Kira
- kira aku akan memberikan kado apa padanya ? Em besok juga sudah tahun baru ,
biasanya appa juga eomma akan menyuruhku ke busan untuk berkumpul dengan semua
? Lalu bagaimana dengan taetae ? Bagaimana aku bisa memberinya kejutan ? Jika
pada siang harikan tidak romantis ? Huuuuhhh lebih baik aku pikirkan nanti saja
?"
Jimin perlahan mulai beranjak dari
ranjang berjalan pelan menuju kamar mandi.
================================
"Yeoboseyo ?"
"Tae ? Kau dimana ?"
"Aku sedang berada di kantor chim ?
Wae ?" .
"Aku kesana ne , tae ?"
"Andwae !"
"Eh ? Waeyo ?"
"Aku -"
"Sajangnim ?"
"Tae ? Suara siapa itu ?"
"Mian chim aku -"
Tutt ... tutt ... tutt
Jimin mengerutkan keningnya , menatap
bingung ke arah ponselnya yang hanya menampilkan layar hitam di sana.
"Apa yang dia lakukan ? Dan suara
yeo...yeoja ? Oh my god ? Apa dia ? Andwae itu -"
"Annyeong hyung "
Jimin mendongakkan kepalanya dan
mendapati seorang namja tampan bergigi kelinci duduk di hadapannya. Oh ya saat
ini jimin sedang berada di sebuah cafe milik temannya , Kim Seokjin.
Menikmati pagi menjelang siangnya dengan
secangkir cokelat hangat yang tersedia khusus untuk jimin.
"Eh ? Kookie apa yang kau lakukan di
sini ?"
Jungkook tersenyum , ia menyambar cangkir
cokelat yang berada di hadapan jimin. Membuat jimin memekik kemudian menjitak
kepala jungkook agak keras.
"Uughh , hyung sakit" jungkook
meringis mengusap kepalanya yang tadi mendapat jitakkan sayang dari jimin.
"Kau juga sih ! Ini kan milikku ,
jika kau ingin pesan sana" jimin kembali mengambil cokelat hangat
miliknya.
"Aku baru tahu jika di cafe jin -
hyung menyediakan cokelat hangat ? Bukankah disini cafe ? Tidak ada cokelat di
cafe yang mengkhususkan kopi" jungkook menatap bingung jimin.
"Cokelat hangat ini , khusus untukku
saja kookie" jimin menyesap cokelat hangatnya.
"Apa yang kau lakukan disini kookie
?" jimin kembali melontarkan pertanyaan yang sama.
"Begini , rencananya aku akan membelikan
sesuatu untuk yoongi - hyung , tapi tadi aku melihatmu disini jadi aku masuk ke
sini"
Jungkook Menyesap americano miliknya yang
baru saja diantarkan seorang pelayan.
"Oh , apa yoongi - hyung sedang
kedatangan tamu bulanan ?"
"Ck, kau bodoh atau apa sih hyung ?
Yoongi hyung itu namja bukan yeoja , ya walaupun dia lebih menawan dari seorang
yeoja"
Jimin tersenyum "oh , kau memujinya
eoh ? Uughh romantis sekali , bahkan taehyung jarang memujiku kalau aku ini
menawan, apa yoongi - hyung masih suka marah saat melihatmu bersamaku ?"
"Ani , dia tidak lagi marah"
"Eh ? Bagaimana bisa ?" Jimin
mengerutkan keningnya.
"Aku kan melakukan s-"
#pletak
"Ahk hyung , waeyo ?"
"Kau! Jangan bicara yang aneh"
"Ck , kau ini aku tidak bicara aneh
tahu , lagi pula sex itu bukan hal tabu diantara kita'kan ? Ah aku lupa kau
dengan tae - hyung kan belum melakukanya"
"Sudahlah , kau mau membelikan
sesuatu untuk yoongi - hyung , aku juga ingin membelikan sesuatu untuk taetae ,
kau tahu hari ini dia ulang tahun "
"Ah kau benar hyung dia ulang tahun
, ayo aku juga akan memberikannya hadiah"
Jungkook dan jimin beranjak dari duduknya
, mereka berjalan keluar dari cafe setelah meninggalkan beberapa uang di meja
mereka.
"Siap hyung ? Kau sudah memasang
sabuk pengamanmu ?"
Jimin memutar bola matanya bosan "
ck ,kook aku sudah besar , kau masih bertanya hal itu. Sudah jalankan
mobilnya"
Mobil jungkook pun melaju meninggalkan
cafe seokjin.
20 menit kemudian mobil jungkook berhenti
di sebuah parkiran mall. Keduanya turun dari mobil itu , berjalan berdampingan
, masuk ke dalam mall tersebut.
"Eum , kook kau akan memberikan
yoongi - hyung sebuah aksesoris , pakaian atau yang lain ?"
Jimin melihat ke sana kemari di kepalanya
ia terus berpikir apa yang akan ia berikan kepada taehyung untuk hadiah
darinya.
"Eum , aku berpikir untuk membelikan
dia sebuah cincin atau mungkin gelang couple atau sejenisnya yang sama , kau
sendiri hyung ?"
"Bagaimana jika kita melihat - lihat
pakaian dulu ?"
Jungkook tersenyum menanggapi ucapan
jimin , ia menarik lelaki mungil itu menuju lantai 2 di mana di sana terdapat
berbagai jenis pakaian juga sepatu.
"Eum , hyung lihat kemeja ini cocok
untuk tae- hyung"
"Mana ?"
Jungkook menunjukan sebuah kemeja kotak
kotak berwarna merah juga hitam
berlengan panjang pada jimin.
"Eum , kemeja ini bagus , tapi lebih
baik kita cari kemeja yang sama dengan lengan yang pendek" ucap jimin ,
mengambil kemeja tersebut dari tangan jungkook
"Oh , mungkin kau benar hyung.
Barangkali kemeja ini akan dia gunakan untuk kencan anniversary kalian"
#blush
Pipi jimin merona mendengar ucapan
jungkook sedangkan sang pengucap hanya tersenyum miring.
"Ugh , kau merona hyung. Aigoo
lucunya"
Pipi jimin semakin memerah.
"Ck sudahlah , oh jungkook kau tak
ingin memberikan yoongi - hyung pakaian atau sepatu ?" tanya jimin.
"Entahlah hyung , aku suka dengan
kemeja ini , aku membayangkan suga - hyung memakai kemeja ini pasti bagus
dengan tubuhnya yang ramping itu."
Jimin mengernyitkan dahinya melihat
sebuah kemeja berlengan pendek berwarna putih dengan bagian perut yang sengaja
di bentuk jadi terlihat kecil.
"Eum jungkook , bukankah itu kemeja
untuk yeoja ? Apa kau tahu yoongi - hyung itu namja ?"
#pletak
"awww ,Jungkook bodoh , appo ",
Jimin meringis ketika jungkook memukul
kepalanya, anak ini kurang ajar sekali ,
aku doakan agar dia dan yoongi putus ya begitulah batin jimin yang mengutuk
jungkook.
"Ck , hyung yang bodoh . tentu saja
aku tahu jika kekasihku itu namja sudah jelas dari aku memanggilnya dengan
panggilan hyung bukan noona" omel jungkook
"Ck terserah kau lah , aku sudah
mendapatkan kemeja untuk taehyung , ayo kita ke kassa"
+++++++++++++++++++++++++++++++++++
Setelah lama berkeliling mall dan
menghabiskan waktu selam kurang lebih 2 jam , jungkook dan jimin duduk di
sebuah restorant yang tersedia di mall itu, mereka memesan beberapa makanan
berhubung sekarang sudah pukul 5 pm.
"Uhuk... Uhukk.."
Jimin mengernyit melihat jungkook yang
tersedak jus jeruknya.
"Kau ini kenapa , eoh ?" jimin
bertanya dengan air muka bingung.
"Hyung lihat ini , tae - hyung
berfoto dengan seorang yeoja cantik dan dia menguploadnya di twitter , yaampun"
Jimin membolakan matanya , dengan cepat
ia menyambar ponsel jungkook , menatap tak percaya pada ponsel itu. Membuat ia
ingin sekali membanting ponsel itu jika saja ponsel itu bukan milik jungkook.
Baik apa yang dilihat jimin di sana selain yang tadi di jelaskan jungkook.
Di sana terdapat sebuah photo yang
menunjukan taehyung dengan seorang yeoja yang sedang merangkul bahu taehyung
dengan bibir yang hampir menyentuh pipi kirinya , dan sebuah tanda love
berwarna pink di antara mereka, dada jimin begitu sesak melihatnya.
"Ehhh hyung!!! Kau mau kemana
!!"
Jungkook berteriak ketika melihat jimin
pergi begitu saj meninggalkan dia dengan ponselnya yang tergeletak di meja restorant.
"Ck , orang itu pergi begitu saja.
Lihat dia memesan banyak makanan dan dia berniat menyuruhku untuk membayarnya ,
ck hyung bodoh , pendek , hidup lagi jika saja dia bukan manusia sudah kubunuh
seperti membunuh seekor semut , lagi pula diakan semut yang -"
#pletak
"Aissh , kepalaku"
"Sudah selesai menghinaku ,eoh
?"
Jungkook membolakan matanya menengadahkan
kepalanya , pandangannya dihadapkan dengan seorang namja berambut blonde dengan
death glare berdiri di hadapannya , ia balas tersenyum lebar pada namja itu.
"Heheh , hyung kenapa kembali , eoh
?"
"Ini ! Aku membayar untuk semua
pesananku tadi , lagi pula kau pelit sekali padaku eoh ? Diputusin yoongi baru
nyaho lo" oke author tau itu gak baku tapi , yasudahlah.
"Annyeong jeon pelit jung bodoh
kook"
Jimin berjalan pergi dari restoran itu ,
oke dia benar - benar pergi dan tidak akan kembali ke restoran itu untuk
mengganggu jungkook.
#################################
Jimin mendudukkan tubuh letihnya di
sebuah sofa berwarna biru , menyandarkan kepalanya pada sofa itu , memandang
kosong pada langit - langit apartementnya. Pikirannya kembali mengingat photo
taehyung dan yeoja itu , Membuat dadanya kembali sesak. Jimin menghela nafas
berat. Kemudian ia bangkit dari sofa itu dan berjalan menuju dapur , disana
jimin membuka kulkasnya mencari makanan yang kiranya dapat membuat moodnya
kembali. Tapi ia tak menemukan apapun disana selain sayuran seperti bawang
merah , putih , daun bawang.
"Huuftt ~ aku lupa untuk belanja
bulanan , lebih baik aku berbelanja sekarang ,daripada besok aku
kelaparan."
Jimin mengunci apartementnya kemudian
berjalan menuju market yang kebetulan agak dekat dengan apartemennya.
Jimin membawa keranjang jinjing di tangan
kirinya mengambil beberapa barang yang ia butuhkan. Ia hendak mengambil sebuah
biskuit cokelat sebelum ponselnya bergetar, terpampang nama taetae di layar
ponselnya.
"Hm ada apa ?" jimin menjawab panggilan dari taehyung dengan
ketus, ia masih bad mood gara - gara photo itu.
"Kau dimana chagi ? Oppa di depan
apartemenmu?"
Jimin mendengus mendengar taehyung
mengatakan oppa , 'dia pikir aku ini yeoja apa ? Lagi pula aku lebih tua dari
dia , tae pabbo hyung'
"Ck , aku sedang berbelanja. Ada apa
memang ? "
"Oh kalau begitu cepatlah pulang
,oppa menunggumu “
“ck , aku akan pulang jika sudah selesai
, dan berhenti katakan oppa , aku lebih tua darimu lagi pula aku ini namja
bukan yeoja , bodoh”
“ hem , aku juga mencintaimu”
Ttttuuutt ….. ttuuutt ….
“kadang aku heran bagaimana ? aku bisa menerima alien bodoh itu
menjadi kekasihku “
Jimin kembali
berjalan menyusuri market itu , mencari bahan yang masih ia butuhkan atau juga
ia inginkan.
#skip
“ kau ini lama sekalli berbelanjanya
chagi ? sudah lumutan aku menunggumu disini , eoh ?”
“ck , berlebihan sekali kau “
Jimin
membuka pintu apartemen nya ia membawa belanjaannya masuk dan berjalan menuju
dapur untuk menaruh itu.
“chagi , ayo
kita jalan – jalan “
Taehyung
memeluk jimin dari belakang , mengendusi leher belakang jiimin , jimin mengabaikan
perlakuan taehyung kepadanya , dia masih sibuk mengeluarkan belanjaannya dari
kantuk plastic.
“ck , jalan
– jalan kemana ? aku sibuk “ jawab jimin ketus.
“chagi apa
kau marah , eoh ?”
Taehyung
membalik tubuh jimin hingga menghadap padanya , mengangkat dagu itu agar sang
pemilik menatap padanya. Taehyung perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah
jimin , perlahan bibir mereka bertemu , taehyung melumat bibir tebal jimin
dengan lembut , sedangkan jimin hanya diam.
“kenapa kau
tak membalasnya chagi ?” taehyung mengusap bibir jimin.
“a…aku …
ti..tidak bisa” jimin menundukkan kepalanya pipinya merona merah.
“sudah tak
apa , ayo kita jalan – jalan , jim”
Taehyung
menarik tangan jimin keluar dari apartemen itu , membawa kekasih mungilnya itu
menuju tempat ia memakirkan mobilnya.
“apa kau
siap , chagi ?”
Jimin
mengangguk “tapi kita akan kemana tae ?”
“kau lihat
saj nanti oke !” Taehyung tersenyum pada jimin , kemudian ia menjalankan
mobilnya keluar dari parkiran itu.
45 menit
perjalanan yang mereka tempuh , selama itu pula mereka tak berbicara satu sama
lain , taehyung focus pada jalan di depannya , dan jimin terlalu berkonsentrasi
dengan pemandangan di luar kaca mobil , ia mengernyitkan dahinya , menatap
bingung kesekitar yang hampir di penuhi oleh kapal kapal kecil.
“tae kenapa
- ?”
“kita sudah
sampai ayo turun”
Taehyung
turun dai mobilnya setelah ia memakirkannya di sebuah parkiran yang tak jauh
dari laut , disusul jimin.
“tae ini
pelabuhan’kan ? kenapa kita disini ?” jimin bertanya , tetapi taehyung tak
menjawabnya , ia hanya menarik lengan jimin untuk masuk ke pelabuhan yang
disana terdapat banyak stand dengan berbagai barang juga makanan .
“kau ingin
kita kemana dulu ? membeli makanan atau bermain beberapa perrmainan disini?”
Jimin
mengetuk- ngetuk jari telunjuknya di dagu sedang menimang – nimang pilihan dari
taehyung.
“bagaimana
jika kita memainkan beberapa permainan dulu setelah itu kita mencicipi makanan
yang ada disini “
“kalau
begitu ayo , tapi kau harus mengeratkan dulu jaketmu disini dingin , belum lagi
ini hampir tengah malam “
“lalu kenapa
kau mengajakku jalan – jalan jika tahu ini hampir tengah malam ?”
“itu karena
kau terlalu lama merajuk dan pergi keluar apartemen , chagiya”
Taehyung
mengeratkan jaket yang di pakai jimin , kemudian Mereka berjalan beriringan menuju beriringan
mengelilingi pelabuhan ini.
#skip
Sudah hampir
2 jam mereka mengelilingi pelabuhan mencoba semua stand permainan juga makanan
di pelabuhan ini, kini jimin dan taehyung duduk di sisi pelabuhan dengan tangan
jimin yang menggenggam sebuah cotton candy berwarna pink , dan tangan taehyung
yang mendekap tubuh jimin.
“taehyung ?”
Jimin tiba – tiba bertanya
“ya ? ada
apa chagiya ?” taehyung menjawab sambil mengendusi leher jimin.
“aku ingin
bertanya ? siapa yeoja yang berfoto bersamamu dank au menguploadnya di twitter
? apa dia kekasihmu eoh ? kalua begitu kau berselingkuh dariku ? kau jahat
sekali eoh ?” terdengar nada bergetar di akhir kalimat yang diucapkan jimin.
Sepertinya ia menahan tangis. Sedangkan taehyung hanya tertawa keras mendengar
pertanyaan dari kekasihnya , bagaimana bisa kekasihnya itu berpikir jika dia
berselingkuh, oke itu lucu menurut taehyung.
#Buughhh
“kenapa kau
taetawa eoh ?” jimin memukul dada taehyung agak keras , membuat taehyung
berhenti tertawa tapi masih terdengar kekehan di sana .
“oouuhh ,
jadi kekasihku ini cemburu eoh ? oohhh kyeopta !!!!!” taehyung mencubit pipi jimin.
“taehyung
appo “ jimin meringis melepaskan tangan taehyung yang berada di pipinya.
“yeoja itu
adalah Jessica , sepupuku dia adalah putri kedua dari pamanku Jung hoseok , kau
sudah salah paham chagi , jadi karena ini kau merajuk eoh ?”
“ck , iya
aku salah paham , tapi apa kau masih mencintaiku eoh ?”
“ak….”
Taehyung tak
meneruskan kata – katanya , karena sebuah pengunguman di area pelabuhan di
dekat laut menyatakan bahwa Festival Lampion
New Years akan segera dimulai 3 menit lagi.
“kau dengar
itu chim ?” taehyung bertanya
“ne aku
mendengarnya memang kenapa ?” bukan jimin balik bertanya .
“kau tahu
apa arti dari 3 menit itu ?” jimin menggelengkan kepalanya
“ani , aku
tidak tahu tae ?”
“3 menit itu
adalah angka cinta kita !3 menit artinya you , me and this lampion “ ucap
taehyung , kemudian ia memberikan sebuah lampion yang belum menyala pada jimin.
“tae ?
kenapa lampion ini belum menyala eoh ?” jimin mentap bingung pada taehyung yang
kini hanya tersenyum padanya.
“lampion ini
akan menyala di waktu seseorang menyatakan cintanya secara bersamaan di malam
yang istimewa” ucap taehyung , ia menyalakan lampion di tangan jimin.
Tiba – tiba
pengunguman kembali terdengar bahwa Festival Lampion akan di mulai dalam
hitungan ke 10 dari sekarang , hitungan pun dimulai …. 10
Dalam
hitungan ke – 7 “saranghae” jimin dan taehyung mengatakan itu secara bersamaan.
Dan hitungan
ke 10 langit yang tadinya gelap gulita sekarang begitu terang dengan ratusan
lampion yang terbang ke langit malam , di bawah cahaya lampion itu jimin dan
taehyung menyatukan bibir mereka saling melumat dengan lembut , saling mendekap
satu sama lain.
“tae ? ini
begitu indah , “
“hem tidak
seindah dirimu chagi , happy anniversary “
“happy
birthday tae , maaf kemarin aku baru mengucapkannya sekarang , tadi siang aku
sibuk mencarikanmu hadiah ?”
Taehyung
tersenyum ia mengeratkan dekapannya pada jimin, menatap langit yang di penuhi
oleh lampion.
“apa yang
kau berikan untukku ?” taehyung bertanya.
“nanti
diapartemen aku akan memberikannya”
“saranghae
kim jimin , saranghae “
“nado tae”
Mereka
kembali menyatukan bibir itu , melumat lembut , menyesap rasa manis disana.
FIN
